Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kualiti penyampaian khutbah, berkongsi pengalaman dan mengeratkan hubungan antara para pendeta dari pelbagai tempat melalui persahabatan. Selain itu, sesi ini juga memberi peluang untuk meneliti kesan zaman pasca pandemik dan kebangkitan teknologi AI ( Artificial Intelligence) terhadap kerja pemberitaan Injil serta penggembalaan Gereja Yesus Benar. Dalam era pasca pandemik, gereja menghadapi cabaran atau krisis yang semakin meningkat dalam bidang penginjilan dan penggembalaan jemaat. Hal ini memerlukan usaha pemantapan aspek pengurusan dan strategi pemeliharaan jemaat di setiap gereja. Pada masa yang sama, kemudahan teknologi telah meresap dalam kehidupan seharian dan amalan gereja. Walaupun teknologi tersebut memberi manfaat, namun ia perlu ditangani dengan berhati-hati. Khasnya dengan kemunculan era AI, penyampaian khotbah menghadapi cabaran langsung. Pejabat kudus dan jemaat harus memiliki asas yang kukuh berkaitan sepuluh dasar kepercayaan agar dapat mengenal pasti kebenaran.
Tema: “Alangkah baik dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” (Mazmur 133:1)
Tarikh: 16 hingga 21 Julai 2024
Tempat: Dewan Persidangan Ibu Gereja Sabah
Sasaran: Pendeta, Pendeta yang bersara, Pendeta pelatih
Bilangan Kehadiran: 54 orang
Kandungan Aktiviti:
- Sesi perkongsian dan sesi perbincangan topik khas
- Program Persahabatan Pendeta (21 Julai 2024)
Penyampai:
- Penatua Chao Ming Yang (IA),
- Penatua Joshua Phoong (Malaysia),
- Pendeta Nahum Lim (Malaysia),
- Pendeta Daniel Chin (Malaysia),
- Pendeta Peter Shee (Singapura),
- Pendeta Zephaniah Li (Australia)








