I. Contoh Iman: Iman Yairus (Markus 5:22-23)
Datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." (Markus 5:22-23)
Sebagai seorang kepala rumah ibadat, Yairus memiliki kedudukan yang dihormati, bertanggungjawab atas kerja ibadat, urusan umat Yahudi, dan menjaga kepercayaan mereka. Namun, tanpa mempedulikan pandangan dunia, dia dengan rendah hati menunjukkan imannya kepada Yesus dan meminta pertolongan-Nya.
II. Contoh Berhati-hati Dan Bijaksana: Yesus Mengusir Orang Yang Tidak Diperlukan (Markus 5:36-39)
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur! (Markus 5:36-39)
Keadaan persekitaran sering kali mempengaruhi kita; ejekan orang lain dapat membuat kita keliru dalam perkataan, tindakan, dan penilaian. Persekitaran negatif boleh menjadi penghalang dalam kehidupan iman kita.
Sebelum Yesus melakukan mukjizat, Dia mengusir orang yang tidak beriman dan hanya membenarkan Petrus, Yakobus, Yohanes, Yairus, dan isteri Yairus bersama-Nya, kerana hanya mereka yang beriman dapat membantu anak kecil itu.
Sebaliknya, orang yang tidak diperlukan hanya melemahkan iman kita kepada Tuhan dan tidak membawa manfaat. Tindakan Yesus yang “hanya membenarkan mereka yang beriman” menjadi peringatan kepada semua ibu bapa dan seiman.
Kata-kata yang tidak membangun sering muncul dari anggota keluarga yang lemah. Jadi, dalam kehidupan kita, adalah penting untuk berhati-hati dan bijaksana terhadap apa yang kita dengar dan lihat.
III. Iman Yairus Kepada Yesus Dinyatakan Dari Beberapa Segi Berikut:
- Yairus Mengabaikan Kedudukan Dan Statusnya Dalam Agama Yahudi
Demi anak perempuannya, Yairus merendahkan diri dan dengan penuh kerendahan hati tiga kali memohon kepada Yesus. Dengan iman, dia menerima jawapan positif, dan Yesus pergi bersamanya (Markus 5:24). - Percaya Bahawa Yesus Ialah Terang Dalam Kegelapan
Di tengah kekacauan orang ramai, Yesus tetap tenang sebagai penunjuk jalan dalam kegelapan. Yairus yang sangat risau tentang anak perempuannya, tetap setia mengikuti Yesus dan menunggu keselamatan dengan tenang.
Oleh itu, ketika kita berada dalam kekacauan dan tanpa arah, kita harus belajar untuk tetap tenang seperti Yesus agar dapat menerima kekuatan (Yesaya 30:15). Dalam pelayanan koir, ketenangan membantu kita fokus pada persiapan persembahan kidung; kegelisahan hanya akan menghalang.
IV. Penyataan: “Kebangkitan Anak Yairus” Ada Dalam Rencana Yesus
Yesus menggunakan peristiwa ini untuk mengajar Yairus bahawa Tuhan ialah Allah yang penuh hikmat, Mahatahu , Maha Kuasa, dan menguasai semua perkara. Ketika kita berasa bahawa apa yang kita doakan jauh dari “tercapai”, kita harus belajar untuk tetap “tenang dan diam” serta menunggu Tuhan dalam kesabaran.
